Sabtu, 28 Februari 2015

Ketika Istriku sakit

Tak bisa dipungkiri peran seorang istri dalam rumah tangga begitu besar dan itu sangat kurasakan ketika beliau sakit, dan sakitnya mengharuskan dia harus istirahat total diatas ranjang selama seminggu ini. maka mau nggak mau tugas-tugas istri selama ini harus aku yang gantiin mulai dari nyuci piring, mencuci pakaian sampai menjemur, memandikan anak sampai mengantar anak ke sekolah dan tugas yang lainnya harus saya jalani karena memang nggak ada yang mau mengagantikan hee..hee..

kembali lagi ke masalah penyakit yang diderita istriku seminggu ini, awalnya dia merasakan nyeri di pinggang yang luar biasa sakitnya sampai nangis-nangis, untuk penanganan pertama saya urut-urut sendiri di bagian yang sakit

Kesembuhan dan Kejenuhan

       Alhamdulillah sudah 5 bulan jalan pengobatan penyakit TBC yang kuderita, dan 5 bulan ini bukan waktu yang sebentar untuk ukuran minum obat bagi seseorang yang menderita suatu penyakit berat semisal TBC ini. bagaimana tidak berat setiap hari tubuh kita harus kemasukan obat yang jumlahnya tidak sedikit, ada kurang lebih 6 kapsul yang harus diminum agar kuman TBC dalam paru-paru tidak menjadi resistan artinya kalau 1 hari telat minum obat yang terdiri dari ETHAMBUTOL, PYRAZINAMIDE, INH, dan RIFAMPICIN maka kuman tersebut akan menjadi kebal dan jika sudah kebal maka pengobatan akan lebih lama lagi.
      Maka disela pengobatan itu kondisi liver dan ginjal harus dipantau terus agar tidak terjadi kerusakan fungsi liver dan ginjal, sebetulnya dari dokter ada resep obat untuk menjaga fungsi liver tetapi saya khawatir dengan efek obat kimia tersebut. dan aku percayakan JUS MENGKUDU Sunan yang ku beli 2 botol tiap minggu seharga 40rb dan Alhamdulillah Fungsi liver ku masih baik setelah pengecekan SGO dan SPT hasilnya Normal.
         Jika kondisi Paru-paru ku sudah membaik, maka pengobatan tinggal 1 bulan lagi sesuai dengan program pengobatan TBC selama 6 bulan dari dokter. Mudah-mudahan di akhir pengobtan ini Allah Memberikan Kesembuhan agar saya bisa kembali beraktifitas, bekerja menghidupi anak istri dan menjaga kesehatan yang diberikan Oleh-Nya.Amin.....

Senin, 24 November 2014

Kesabaran Istriku

SABAR........ dan SABAR hanya itu yang bisa aku katakan untuk menyebut salah satu sifat istriku, karena selama hampir 5 tahun hidup berumah tangga denganku belum pernah terdengar kata mengeluh baik soal belanja harian maupun yang lainnya. berapapun uang yang aku kasih ke istriku diterima dengan ikhlas tanpa banyak bertanya, mas ini kurang itu kurang kata - kata ini tidak pernah aku dengar selama kita berumah tangga karena dia pernah bilang ke aku bahwa almarhum ayahnya pernah berkata ke dia "untuk tetap bersyukur berapapun uang yang dikasih oleh suamimu."

Tetapi yang paling aku syukuri adalah ketika 1 bulan yang lalu aku di diagnosa oleh dokter bahwa penyakit TBC ku kambuh lagi, karena 10 tahun yang lalu aku memang pernah menderita sakit berat ini dan seingat aku penyakit ini memang udah hilang dari tubuhku setelah menjalani 6 bulan terapi dengan minum obat tanpa putus yang diberikan dari puskesmas paciran. setelah 6 bulan lewat kondisi tubuhku memang berangsur-angsur membaik, tapi entah mengapa setelah 10 tahun lewat penyakit ini kambuh lagi walau tidak separah dulu karena seingatku dulu jika batuk-batuk sampai muntah darah berwarna hitam dan itu berlangsung hampir 1 bulan.

Sudah 1 bulan ini aku terapi pengobatan lagi seperti 10 tahun yang lalu, tetapi ada yang berbeda kali ini karena saya berobat di RSU.Dr.SUYUDI di depan Tanjung Kodok Beach Resort Paciran dan memang saya akui pelayanannya memang lebih baik dari puskesmas karena 3 hari sebelum kontrol untuk mengambil obat saya harus cek kondisi liver dan ginjal. obat TBC terdiri dari 3 macam obat yang berbeda antara lain Rifampicin,Ethambutol dan Pyrazinamid, ketiga obat ini termasuk obat keras jadi selama masa pengobatan harus diimbangi dengan makanan dan nutrisi yang cukup terutama untuk kesehatan fungsi liver dan ginjal karena setiap hari harus minum obat  jadi kedua organ itu yang paling terkena efek sampingnya.

Aku bersyukur kepada Allah karena Dia telah memberiku istri yang begitu sabar dan telaten merawatku selama sakit, baik masalah makanan maupun kebutuhanku yang lain dia penuhi dengan ikhlas dan aku juga bersyukur karena masih bisa bekerja walau tidak boleh terlalu capek mengingat sakit TBC ini tidak boleh terlalu capek bekerja. Mudah-mudahan saya dan istri bisa sabar menjalani cobaan ini karena saya yakin Allah masih sayang denganku, karena aku yakin penyakit sebagai pelebur dosa-dosa kami.

SEKIAN.